Modal Terakhir Toko Kelontong



Andi hampir kehilangan toko kelontong warisan orang tuanya karena kecanduan spin. Di titik terendahnya, setelah mendapat "kemenangan besar" yang semu yang langsung habis di hari berikutnya, ia tersadar. Andi menarik seluruh sisa modal yang ada, bersumpah tidak akan menyentuh tombol spin lagi, dan mengalihkannya untuk kulakan barang dagangan baru serta merenovasi tokonya. Dengan fokus 100%, toko kelontongnya kini berkembang menjadi minimarket waralaba lokal yang sukses dan ramai pembeli.